Jumat, 29 September 2023

 Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Berpikir Kritis



Azizah Hanum P2A523012

Minggu, 24 September 2023

Model Pembelajaran Inovasi Distrupsi 


Assalamualaikum Temen-temen. 
Teknologi informasi dan komunikasi di era digital mengalami perkembangan yang begitu pesat. Apalagi setelah terjadinya pandemi covid-19, yang mengharuskan semua orang melek teknologi agar dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain yang ada di seluruh dunia. Hal ini mengakibatkan perubahan diberbagai bidang, termasuk dalam bidang Pendidikan. Perubahan tersebut diantaranya adalah model pembelajaran yang semula bersifat konvensional, kini berubah menjadi daring dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Menjadikan model pembelajaran lebih humanis bukan berarti meninggalkan penggunaan teknologi digital. Melainkan tetap dimanfaatkan dan lebih optimalkan penggunaannya sebagai sarana pendukung kegiatan pembelajaran. Berikut beberapa inovasi model pembelajalan di era digital yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. silahkan di tonton video yang ada. terimakasih.





Azizah Hanum (P2A523012)

Jumat, 22 September 2023

Quantum Learning ( Pembelajaran Kuantum)

            Quantum Learning ( Pembelajaran Kuantum ) merupakan pengubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya yang menyertakan segala kaitan, interaksi, dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar serta berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas dan menciptakan interaksi yang mendirikan landasan dalam rangka untuk belajar. adapun tujuan dari pembelajaran Kuantum ini untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, menyenangkan, serta menyesuaikan kemampuan peserta didik dengan apa yang di butuhkan untuk membantu meningkatkan taraf keberhasilan hidup dan proses pembelajaran. dimana pada pembelajaran kuantum tidak hanya semata-mata guru menerjemahkan kurikulum ke dalam metode, strategi, teknik serta langkah-langkah pembelajaran, melainkan membuat suasana pembelajaran yang efektif dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Pembelajaran kuantum memiliki prinsip –prinsip dalam pembelajarannya yaitu :

1. Segalanya Berbicara

    Maksud dari segalanya berbicara dalam proses pembelajaran adanya interaksi antara pendidik dan peserta didik serta dengan lingkungan yang ada, ini bermaksud Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh peserta didik (tatapan mata, gerakan tangan dan sebagainya), kertas yang dibagikan saat proses pembelajaran , rancangan pelajaran, alat bantu mengajar semuanya mengirim pesan tentang belajar. 

2.     2. Segalanaya Bertujuan

      Semua yang di laksanakan dalam proses pembelajaran memiliki tujuan yang jelas.

3.    3. Pengalaman

    Menstimulus peserta didik dengan kejadian-kejadian yang telah mereka alami dan mengaitkannya dalam proses pembelajaran, agar terjadinya interaksi dan pembelajaran aktif antara peserta didik dengan pendidik.

4.     4. Mengakui Setiap Usaha

    Belajar berarti kita berani keluar dari yang namanya Zona nyaman. Pada saat siswa mengambil langkah ini, mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.

5.    5. ika Layak Dipelajari, maka layak dirayakan.

        Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

Langkah – langkah Quantum Learning ( Pembelajaran Kuantum ) dikenal dengan istilah TANDUR. apa itu TANDUR. yaitu :  

  1. T = Tumbuhkan.

            Tumbuhkan minat belajar siswa dengan memuaskan rasa ingin tahu siswa dalam bentuk Apakah Manfaatnya BAgiku (AMBAK). Tumbuhkan suasana yang menyenangkan di hati siswa, dalam suasana relaks, tumbuhkan interaksi dengan siswa, masuklah ke alam pikiran mereka dan bawalah alam pikiran mereka ke alam pikiran anda, yakinlah siswa mengapa harus mempelajari ini dan itu, belajar adalah suatu kebutuhan siswa, bukan suatu keharusan.

  1. A = Alami.

            Unsur alami akan mendorong hasrat alami otak untuk menjelajah. Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua siswa. Jangan sampai anda menggunakan istilah yang asing dan sulit untuk dimengerti, karena ini akan membuat siswa merasa bosan dalam belajar. 

  1. N = Namai.(menamakan)  

            Setelah siswa melalui pengamatan belajar pada kompetensi dasar tertentu, mereka kita ajak untuk menulis di kertas, menamai apa saja yang telah mereka peroleh, apakah itu informasi, rumus, pemikiran, tempat, dan sebagainya. 

  1. D = Demonstrasikan.

            Setelah siswa mengalami belajar akan sesuatu, beri kesempatan kepada mereka untuk mendemonstrasikan kemampuannya, karena siswa akan mampu mengingat 90% jika siswa itu mendengar, melihat dan melakukannya. Melalui pengalaman belajar siswa akan mengerti dan mengetahui bahwa dia memiliki kemampuan dan informasi yang cukup. 

  1. U = Ulangi.

            Rekatkan keseluruhan materi pelajaran, tunjukan kepada para siswa tentang cara-cara mengulangi materi dan menegaskan "aku tahu bahwa aku memang tahu ini". Pengulangan sebaiknya di lakukan dengan konsep Multi kecerdasan yang dimiliki oleh siswa. Misalkan jika tadi dicontohkan dengan belajar bersepeda dan kemudian jatuh, maka setelah anda bisa menyeimbangkan diri maka anda akan mampu menggunakannya. Anda benar-benar menguasai apa yang anda lakukan. 

  1. R = Rayakan.

            Perayaan adalah ekspresi dari kelompok seseorang yang telah berhasil mengerjakan suatu tugas atau kewajiban dengan baik. Maka sudah selayaknya jika siswa sudah mengerjakan tugas dan kewajibannya dengan baik untuk dirayakan dengan bertepuk tangan.

Hakikatnya   Quantum Learning ( Pembelajaran Kuantum ) adalah untuk siswa. Guru harus mampu menciptakan interaksi dan keaktifan siswa, sehingga kemampuan, bakat, dan potensi siswa dapat berkembang.

Menurut Bobi Deporter Quantum Teaching bersandar pada konsep: “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia kita dan Antarkan dunia kita ke Dunia Mereka”






 Azizah Hanum (P2A523012)

Minggu, 17 September 2023

Tugas Akhir Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains

Review Kelompok Model Pembelajaran TGT ( Team Games Tournament) 

Assalamualaikum teman-teman. 

Perkenakan lagi Nama saya Azizah Hanum, S.Pd Nim P2A523015 kembali lagi di blog saya, gimana kabar kalian semua? semoga dalam keadaan baik ya teman-teman. 

disini saya mau menulis mengenai model pembelajaran TGT ( Team Games Tournament). di blog sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai model pembelajaran Kooperatif. Nah! salah satu dari model pembelajaran Kooperatif yaitu model pembelajaran TGT ( Team Games Tournament), disini saya mau mereview belajar menggunakan model TGT. Tapi ada yang baru dari video yang saya buat, saya mereview bersama teman-teman Megister Pendidikan IPA Universitas Jambi jadi banyak sekali informasi yang ada di dalam video tersebut. Silahkan di saksikan semoga bermanfaat untuk kalian semua.


kritik dan saran yang membangun sangat saya butuhkan. Terimakasih

Rabu, 13 September 2023

Pembelajaran Kooperatif  

Assalamualaikum Wr Wb

haloo gaes kembali lagi sama saya, saya mau buat tulisan baru ni mengenai pembelajaran Kooperatif Learning. Sebelumnya saya mau tanya dulu kabar kalian gimana? saya harap kabar kalian baik ya!

Nah dalam proses pembelajaran banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. salah satunya yaitu pembelajarn Kooperatif yang kita ketahui pembelajaran kooperatif ini model pembelajaran dengan menggunakan stategi atau pendekatan dengan membuat kelompok kecil yang terdiri paling banyak 5 orang setiap kelompok. dan banyak sekali beberapa model pada pembelajaran Kooperatif ini seperti Model Pembelajaran TGT (Team Games Tournamet) dan banyak lagi yang lain.

Kalau kalian penasaran sama Pembelajaran Kooperatif silahkan tonton video yang saya sematkan di sini. enjoy for Watching gaes!!!!!

Kritik dan Saran yang membangun saya tunggu ya!!!